Alam merupakan gambaran keadilan Allah dalam memberi rizki
Selanjutnya apa yang ingin Allah sampaikan melalui alam ini? Ayat selanjutnya dari Al Hubb menceritakan tentang angin. Angin terkadang kita lihat sebagai sesuatu hal yang mungkin tiada artinya bahkan sering kita remehkan karena ia bukanlah sesuatu yang terlihat dahsyat karena kita sering melihat angin sebagai sesuatu yang sangat mengganggu karena ia hanya bisa menerbangkan debu ke muka kita. Namun bila kita lihat lebih jauh ternyata angin merupakan alat pengatur dimanakah hujan akan diturunkan oleh malaikat pengatur hujan atas perintah dan izin Allah SWT. Hujan bukanlah hal yang biasa hujan merupakan rahmat Allah bagi bumi karena ia merupakan cucuran kehidupan bagi bumi sehingga bumi mampu memberikan manfaat kepada kita seperti tertulis dalam surat Al-A’raaf ( 7 ) ayat 57:
"Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran".
Dari angin kita dapat lihat bahwa segala rizki kita sesungguhnya telah ada dan pasti dijamin oleh Allah karena dari sini dapat kita lihat bahwa Allah membagi-bagikan rizkinya dengan begitu cermat dan teliti kepada tiap-tiap belahan bumi. Jika bumi/tanah saja yang merupakan benda yang tak bergerak (mati) sudah diatur oleh Allah tentang kadar rizkinya apalagi kita manusia. Yang jadi pertanyaan bagaimana cara kita untuk dapat menarik rizki tersebut kepada kita? Maka pada point ke7 dan ke 8 dari kitab Al Hubb menjelaskan kiat-kiat jitu yang harus kita lakukan.
Pada poin ke 7 dari Al Hubb kita akan menemukan bahwa dalam mengundang rizki kita harus memiliki keyakinan terhadap Sang Pemberi Rizki, zat Yang Mengatur bumi dan langit bahwa segala rizki yang kita butuhkan dalam melanjutkan kehidupan kita di dunia ini akan selalu dicukupi olehnya. Seperti yang tertera dalam surat Adz-Dzariyat ( 51 ) ayat 23:
Selanjutnya apa yang ingin Allah sampaikan melalui alam ini? Ayat selanjutnya dari Al Hubb menceritakan tentang angin. Angin terkadang kita lihat sebagai sesuatu hal yang mungkin tiada artinya bahkan sering kita remehkan karena ia bukanlah sesuatu yang terlihat dahsyat karena kita sering melihat angin sebagai sesuatu yang sangat mengganggu karena ia hanya bisa menerbangkan debu ke muka kita. Namun bila kita lihat lebih jauh ternyata angin merupakan alat pengatur dimanakah hujan akan diturunkan oleh malaikat pengatur hujan atas perintah dan izin Allah SWT. Hujan bukanlah hal yang biasa hujan merupakan rahmat Allah bagi bumi karena ia merupakan cucuran kehidupan bagi bumi sehingga bumi mampu memberikan manfaat kepada kita seperti tertulis dalam surat Al-A’raaf ( 7 ) ayat 57:
"Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran".
Dari angin kita dapat lihat bahwa segala rizki kita sesungguhnya telah ada dan pasti dijamin oleh Allah karena dari sini dapat kita lihat bahwa Allah membagi-bagikan rizkinya dengan begitu cermat dan teliti kepada tiap-tiap belahan bumi. Jika bumi/tanah saja yang merupakan benda yang tak bergerak (mati) sudah diatur oleh Allah tentang kadar rizkinya apalagi kita manusia. Yang jadi pertanyaan bagaimana cara kita untuk dapat menarik rizki tersebut kepada kita? Maka pada point ke7 dan ke 8 dari kitab Al Hubb menjelaskan kiat-kiat jitu yang harus kita lakukan.
Pada poin ke 7 dari Al Hubb kita akan menemukan bahwa dalam mengundang rizki kita harus memiliki keyakinan terhadap Sang Pemberi Rizki, zat Yang Mengatur bumi dan langit bahwa segala rizki yang kita butuhkan dalam melanjutkan kehidupan kita di dunia ini akan selalu dicukupi olehnya. Seperti yang tertera dalam surat Adz-Dzariyat ( 51 ) ayat 23:
"Demi TUHAN langit dan bumi yang dijanjikan itu benar-benar akan terjadi seperti keyakinanmu akan perkataanmu pada waktu kamu ucapkan".
Ini menunjukkan dalam mengundang rizki hal yang harus kita perbuat adalah selalu optimis pada apa yang terdapat dalam benak kita jangan ragu sedikitpun bahwa Allah tak akan memenuhinya. Positive thinking terhadap Allah dan berpegang teguh pada keyakinan terhadap kecermatan Allah yang begitu teliti dan tepat dalam mengatur segala kadar kebutuhan rizki hambanya akan membuat rizki mendatangi kita sesuai dengan kebutuhan kita.
Pada poin ke 8 kita akan ditunjukkan bahwa dalam mendapatkan atau meraih rizki keyakinan saja tidak cukup. Keyakinan yang kuat haruslah diikuti dengan kekuatan dan sifat tangguh dalam meraih rizki seperti yang tertulis dalam surat Adz-Dzariyat ( 51 ) ayat 58:
Pada poin ke 8 kita akan ditunjukkan bahwa dalam mendapatkan atau meraih rizki keyakinan saja tidak cukup. Keyakinan yang kuat haruslah diikuti dengan kekuatan dan sifat tangguh dalam meraih rizki seperti yang tertulis dalam surat Adz-Dzariyat ( 51 ) ayat 58:
"Karena ALLAHlah yang memberi rizki, yang mempunyai kekuatan yang amat tangguh".
Pada ayat tersebut Allah Sang Pemberi Rizki menerangkan bahwa ia memiliki kekuatan yang sangat besar dan tangguh. Mengapa Allah menggandengkan keterangan bahwa ia zat Yang Memberikan rizki dengan sifat zat yang memiliki kekuatan yang begitu tangguh? Jawabannya adalah karena Allah ingin memberi tahu bahwa meraih rizki haruslah diikuti dengan sebuah ikhtiar yang begitu hebat yang disokong baik dengan kekuatan fisik maupun rohani yang terbungkus dengan semangat yang tangguh, tak dapat patah ketika menemui hambatan dalam meraih rizki yang disediakan oleh Allah kepada kita. Kekuatan fisik tentu saja sudah kita ketahui akan posisinya dalam meraih rizki, tetapi bila kita ingin mendapatkan rizki yang melimpah kekuatan fisik tidak cukup, maka ia harus dilengkapi dengan kekuatan rohani. Apakah kekuatan Rohani itu? Kekuatan rohani terbagi menjadi 2 yaitu kekuatan akal yaitu ilmu yang bermanfaat serta kekuatan hati yang berupa jeritan pengaduan kita akan segala kebutuhan kita kepada sang Pemberi rizki melalui doa-doa yang terus kita panjatkan tanpa henti.
Tangguh menurut penulis pada ayat ini adalah dengan berbekal kekuatan tersebut kita menjadi pribadi-pribadi yang kuat dan tahan dengan ujian apapun yang akan diberikan oleh Allah dalam meraih rizki yang sudah dijanjikan oleh Allah kepada kita. Begitu kita menemui masalah yang menghadang kita bukannya berlari menghindar dari masalah itu tetapi kita akan merasa siap memecahkan masalah tersebut karena kita mempunyai keyakinan dan kekuatan–kekuatan yang sudah diberikan oleh Sang Maha Kuat sehingga kita akan cukup mempunyai rasa percaya diri dalam menyelesaikan masalah tersebut karena penyokong segala gerak langkah kita adalah Allah Sang Maha Segalanya.
Maka dari itu marilah kita mulai menata kembali segala cara berfikir kita bahwa pada zaman saat ini mencari yang haram saja sulit apalagi mencari yang halal. Itu adalah omongan orang yang lemah dan malas, terutama lemah iman karena sesungguhnya segala rizki itu sudah diberikan Allah kepada kita sesuai dengan kadar kebutuhan kita, hanya saja kita tak menyiapkan diri kita dengan baik dan kita selalu dibungkus oleh rasa malas yang menginginkan segala sesuatunya secara instan (langsung jadi/ada) sehingga proses dalam meraih rizki yang halal itu kita katakan sebuah hal yang lama dan melelahkan atau menyulitkan. Maka marilah mulai saat ini kita tinggalkan upaya mencari rizki dengan jalan pintas seperti korupsi dan hal semacam itu, dan yakinlah dengan jalan yang luruspun kita akan memperoleh rizki yang menjadi hak kita.
Pada ayat tersebut Allah Sang Pemberi Rizki menerangkan bahwa ia memiliki kekuatan yang sangat besar dan tangguh. Mengapa Allah menggandengkan keterangan bahwa ia zat Yang Memberikan rizki dengan sifat zat yang memiliki kekuatan yang begitu tangguh? Jawabannya adalah karena Allah ingin memberi tahu bahwa meraih rizki haruslah diikuti dengan sebuah ikhtiar yang begitu hebat yang disokong baik dengan kekuatan fisik maupun rohani yang terbungkus dengan semangat yang tangguh, tak dapat patah ketika menemui hambatan dalam meraih rizki yang disediakan oleh Allah kepada kita. Kekuatan fisik tentu saja sudah kita ketahui akan posisinya dalam meraih rizki, tetapi bila kita ingin mendapatkan rizki yang melimpah kekuatan fisik tidak cukup, maka ia harus dilengkapi dengan kekuatan rohani. Apakah kekuatan Rohani itu? Kekuatan rohani terbagi menjadi 2 yaitu kekuatan akal yaitu ilmu yang bermanfaat serta kekuatan hati yang berupa jeritan pengaduan kita akan segala kebutuhan kita kepada sang Pemberi rizki melalui doa-doa yang terus kita panjatkan tanpa henti.
Tangguh menurut penulis pada ayat ini adalah dengan berbekal kekuatan tersebut kita menjadi pribadi-pribadi yang kuat dan tahan dengan ujian apapun yang akan diberikan oleh Allah dalam meraih rizki yang sudah dijanjikan oleh Allah kepada kita. Begitu kita menemui masalah yang menghadang kita bukannya berlari menghindar dari masalah itu tetapi kita akan merasa siap memecahkan masalah tersebut karena kita mempunyai keyakinan dan kekuatan–kekuatan yang sudah diberikan oleh Sang Maha Kuat sehingga kita akan cukup mempunyai rasa percaya diri dalam menyelesaikan masalah tersebut karena penyokong segala gerak langkah kita adalah Allah Sang Maha Segalanya.
Maka dari itu marilah kita mulai menata kembali segala cara berfikir kita bahwa pada zaman saat ini mencari yang haram saja sulit apalagi mencari yang halal. Itu adalah omongan orang yang lemah dan malas, terutama lemah iman karena sesungguhnya segala rizki itu sudah diberikan Allah kepada kita sesuai dengan kadar kebutuhan kita, hanya saja kita tak menyiapkan diri kita dengan baik dan kita selalu dibungkus oleh rasa malas yang menginginkan segala sesuatunya secara instan (langsung jadi/ada) sehingga proses dalam meraih rizki yang halal itu kita katakan sebuah hal yang lama dan melelahkan atau menyulitkan. Maka marilah mulai saat ini kita tinggalkan upaya mencari rizki dengan jalan pintas seperti korupsi dan hal semacam itu, dan yakinlah dengan jalan yang luruspun kita akan memperoleh rizki yang menjadi hak kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan Join di BLOG
Terima Kasih atas partisipasinya