Manusia tinggi dan lebarnya sama dalam ukuran panjangnya. Jadi, bila manusia berdiri ukurannya sama dengan ukuran bila kedua tangan dibentangkan, ujung jari tangan satu ke ujung tangan yang satunya itu sama dengan ukuran berdirinya seseorang, makanya dinamakan Marbu’ al-Qomah. Tinggi seseorang juga sama dengan tujuh kali panjang telapak kakinya. Bila manusia antara tinggi dan lebar tangannya yang dibentangkan kok tidak sama, itu tandanya ia tidak sepenuhnya manusia pada umumnya…
Manusia dalam masalah ibadah, yang dibuat ukuran/patokan ialah kalender Qomariyah/Hijriyyah, sedangkan dalam masalah pekerjaan yang dibuat ukuran/patokan ialah kalender Syamsiyah/Masehi.
Pada usia:
(7 tahun) Waktunya anak wajib dididik secara wajar, misalnya anak disekolahkan ke SD/MI/setingkat.
(14 tahun) Waktunya anak sudah masuk SMP/MTs/setingkat, jika anak pada usia itu kok masih duduk di SD/MI, tidak lulus-lulus SD/Mi-nya, itu tandanya ada kendala dalam diri anak tersebut.
(21 tahun) Waktunya lulus dari SMA/Aliyah/SMK atau sederajatnya.
(28 tahun) Waktunya untuk lulus kuliah, jika belum lulus kuliah minimal ia sudah bekerja. Untuk wanita sudah waktunya untuk menikah, jika usia 28 kok belum menikah itu tandanya ketuaan (bila bisa, maka nikahlah usia dibawah 28 tahun, bagi wanita).
(35 tahun) Waktunya sudah mapan dalam masalah pekerjaan, jika dalam usia ini makan minum masih ikut orang tua atau masih ikut mertua, ini tandanya orang yang tidak bisa bekerja.
(42 tahun) Waktunya bisa dilihat dalam masalah tatanan ekonomi, jika dalam usia ini ekonomi kok mapan, maka dalam hidupnya ia adalah orang yang mapan, jika ia dalam usia ini kok biasa-biasa saja/sederhana, maka dalam hidupnya ia juga biasa-biasa aja. Dalam usia ini mulai diperbanyak PDKT dengan Allah SWT.
(49 tahun) Dalam masalah ekonomi, dalam usia ini tidak usah transmigrasi atau apa yang lainnya, yang menguras banyak tenaga dan pikiran. Pekerjaan yang ada didepan mata, itu aja yang kita kerjakan.
(56 tahun) Dalam usia ini, kita tidak perlu shodaqoh banyak-banyak untuk tujuan jalbur rizqi (dengan tujuan agar rezqi lancar dan melimpah). Shodaqoh ya secukupnya dan sewajarnya saja…
(63 tahun) Sudah waktunya kita pensiun dari dunia ini. Jika dalam usia ini kita kok meninggal, maka sudah pantaslah kita. Sebagaimana Rosululloh SAW wafat usia 63 tahun, Sayyidina Abu Bakar dan Umar juga wafat pada usia yang sama yaitu usia 63 tahun. jika ada orang yang meninggal dibawah usia 63 tahun, maka kasihan istrinya. Istri jika menikah lagi itu kok tega banget, tidak ingat suami yang meninggal. Jika tidak menikah lagi, kok eman-eman (sayang-sayang) masih muda…
Keterangan;
7 x 9 = 63.
7 ialah kita ditujuh bulanin (dipitonin, Jawa), falsafah dari tujuh telapak kaki kita yang sama dengan tinggi badan kita.
9 ialah kita dilahirkan (diprocotin, Jawa).
Jadi, 7 x 9= 63. Pada usia 63 tahun manusia sudah pantas jika ia meninggal.
Walloohu a’lam….
(7 tahun) Waktunya anak wajib dididik secara wajar, misalnya anak disekolahkan ke SD/MI/setingkat.
(14 tahun) Waktunya anak sudah masuk SMP/MTs/setingkat, jika anak pada usia itu kok masih duduk di SD/MI, tidak lulus-lulus SD/Mi-nya, itu tandanya ada kendala dalam diri anak tersebut.
(21 tahun) Waktunya lulus dari SMA/Aliyah/SMK atau sederajatnya.
(28 tahun) Waktunya untuk lulus kuliah, jika belum lulus kuliah minimal ia sudah bekerja. Untuk wanita sudah waktunya untuk menikah, jika usia 28 kok belum menikah itu tandanya ketuaan (bila bisa, maka nikahlah usia dibawah 28 tahun, bagi wanita).
(35 tahun) Waktunya sudah mapan dalam masalah pekerjaan, jika dalam usia ini makan minum masih ikut orang tua atau masih ikut mertua, ini tandanya orang yang tidak bisa bekerja.
(42 tahun) Waktunya bisa dilihat dalam masalah tatanan ekonomi, jika dalam usia ini ekonomi kok mapan, maka dalam hidupnya ia adalah orang yang mapan, jika ia dalam usia ini kok biasa-biasa saja/sederhana, maka dalam hidupnya ia juga biasa-biasa aja. Dalam usia ini mulai diperbanyak PDKT dengan Allah SWT.
(49 tahun) Dalam masalah ekonomi, dalam usia ini tidak usah transmigrasi atau apa yang lainnya, yang menguras banyak tenaga dan pikiran. Pekerjaan yang ada didepan mata, itu aja yang kita kerjakan.
(56 tahun) Dalam usia ini, kita tidak perlu shodaqoh banyak-banyak untuk tujuan jalbur rizqi (dengan tujuan agar rezqi lancar dan melimpah). Shodaqoh ya secukupnya dan sewajarnya saja…
(63 tahun) Sudah waktunya kita pensiun dari dunia ini. Jika dalam usia ini kita kok meninggal, maka sudah pantaslah kita. Sebagaimana Rosululloh SAW wafat usia 63 tahun, Sayyidina Abu Bakar dan Umar juga wafat pada usia yang sama yaitu usia 63 tahun. jika ada orang yang meninggal dibawah usia 63 tahun, maka kasihan istrinya. Istri jika menikah lagi itu kok tega banget, tidak ingat suami yang meninggal. Jika tidak menikah lagi, kok eman-eman (sayang-sayang) masih muda…
Keterangan;
7 x 9 = 63.
7 ialah kita ditujuh bulanin (dipitonin, Jawa), falsafah dari tujuh telapak kaki kita yang sama dengan tinggi badan kita.
9 ialah kita dilahirkan (diprocotin, Jawa).
Jadi, 7 x 9= 63. Pada usia 63 tahun manusia sudah pantas jika ia meninggal.
Walloohu a’lam….
Oleh: M.H. Nur Romadlon
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan Join di BLOG
Terima Kasih atas partisipasinya